Berita Utama
Ekonomi & Keuangan
pemerintahan
0
Proyeksi APBD 2027 Defisit Rp637 Miliar, Sekda Karawang Minta OPD Tinggalkan Pola 'Business As Usual'
Karawang, Taktis.web.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Rapat Sinergitas Optimalisasi Pendapatan Daerah di Aula Lantai 2 Bapenda Kabupaten Karawang, Kamis (22/10/2026). Langkah ini dilakukan guna merespons tantangan fiskal daerah yang kian kompleks.
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., serta dihadiri oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah dan instansi vertikal terkait. Pembahasan dibagi menjadi dua termin, dengan memprioritaskan pembahasan sektor pendapatan sebelum masuk ke pembahasan belanja daerah.
Dalam arahannya, Sekda Asep Aang menyoroti dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional hingga daerah, termasuk memicu fluktuasi harga energi, barang, serta penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan aktivitas ekonomi daerah, keberlangsungan dunia usaha, hingga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Tekanan fiskal tersebut kian nyata seiring adanya proyeksi defisit pada APBD Murni Tahun Anggaran 2027 yang diperkirakan mencapai Rp637,87 miliar.
"Meskipun kita hadapi tantangan fiskal, pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, perlindungan sosial, serta program-program prioritas daerah tidak boleh terhenti," tegas Asep Aang di hadapan jajaran OPD.
Realisasi Pendapatan Capai 72,69 Persen
Berdasarkan data realisasi per 30 September 2026, pendapatan daerah Kabupaten Karawang tercatat mencapai Rp3,81 triliun atau 72,69 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp5,24 triliun.
Melihat sisa target yang harus dicapai, Sekda menegaskan bahwa upaya peningkatan pendapatan daerah bukan lagi menjadi tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) semata, melainkan tugas strategis seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai kewenangannya masing-masing.
Ia menginstruksikan perubahan total pada pola kerja birokrasi, dari yang semula bersifat sektoral menjadi kerja sama yang kolaboratif, adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil nyata.
"Jangan lagi bekerja dengan pola business as usual. Kita harus adaptif dan berbasis data," tegasnya.
Menutup arahannya, Sekda mengimbau seluruh kepala perangkat daerah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret serta memperkuat sinergi dengan instansi vertikal.
"Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru bergerak. Tujuan akhir kita bukan sekadar menaikkan angka pendapatan di atas kertas, melainkan memperkuat kemampuan daerah dalam melayani masyarakat dan mewujudkan Karawang Maju," pungkasnya. ***
Via
Berita Utama


