Berita Utama
pemerintahan
0
Pemprov Jabar dan Karawang Percepat Pemulihan 78 Ribu Hektare Tambak Idle
Karawang, Taktis.web.id - Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, melakukan kunjungan kerja ke Lembur Pakuan, Subang, untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas program strategis revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara lintas wilayah dan terintegrasi di empat kabupaten.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aep menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepemimpinan Gubernur dalam mendorong program revitalisasi tambak yang berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan Pantura Jawa Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, banyak tambak mengalami penurunan produktivitas akibat berbagai faktor, seperti banjir rob, abrasi, pendangkalan saluran, perubahan fungsi lahan, hingga keterbatasan infrastruktur dan teknologi.
Data mencatat sekitar 78.550 hektare tambak di wilayah Pantura berada dalam kondisi idle atau tidak produktif selama 40 tahun terakhir. Program revitalisasi ini diharapkan menjadi solusi komprehensif atas berbagai persoalan tersebut.
“Program ini tidak hanya menghidupkan kembali tambak yang ada, tetapi juga mendorong pengelolaan perikanan budidaya yang lebih ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta sejalan dengan konsep ekonomi biru,” ujar Bupati Aep.
Bagi Kabupaten Karawang, program ini memiliki arti strategis. Karawang tercatat memiliki potensi lahan tambak seluas 6.209 hektare yang tersebar di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Pakisjaya, dan Tirtajaya.
Dari total rencana revitalisasi tambak Pantura seluas ±14.090,38 hektare di empat kabupaten, Karawang menjadi wilayah dengan luasan terbesar. Daerah ini juga direncanakan masuk tahap pertama pelaksanaan pada 2026.
Revitalisasi tambak diyakini mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir, meningkatkan pendapatan petambak dan nelayan, memperkuat ekosistem hulu-hilir sektor perikanan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Program ini diharapkan menjadi tonggak penguatan sektor perikanan budidaya di Pantura Jawa Barat sekaligus mendorong pembangunan pesisir yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber IG : @prokompimkabkarawang
Via
Berita Utama

