Berita Utama
0
Obsesi Uang Jadi Teror! “Setannya Cuan” Tayang Serentak 5 Maret 2026
Karawang, Taktis.web.id - Industri film horor Indonesia yang tengah berada di puncak popularitas kembali kedatangan warna baru. Rumah produksi RADEPA BLACK resmi mengumumkan transformasi judul film terbarunya dari 'Djoerig Salawe' menjadi Setannya Cuan. Film bergenre horor-komedi satir ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026.
CEO sekaligus Eksekutif Produser RADEPA BLACK, dr. Robby Hilman Maulana, menegaskan bahwa perubahan judul bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan penegasan visi kreatif yang lebih relevan dengan realitas sosial masyarakat.
“Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur tentang bagaimana ‘cuan’ atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib,” ujarnya.
Film ini diproduksi RADEPA BLACK bersama ATLAS PIXEL.
Horor-Komedi Guyub, Refleksi Sosial yang Menghibur
“Setannya Cuan” mengusung semangat horor-komedi khas Nusantara yang menghadirkan pengalaman menonton kolektif—berteriak kaget sekaligus tertawa bersama.
Produser Aris Muda dan Avesina Soebli menyebut film ini sebagai “surat cinta” bagi penonton Indonesia yang merindukan hiburan jujur, dekat dengan keseharian, serta sarat nuansa lokal.
Inspirasi cerita diambil dari fenomena yang akrab di masyarakat: obsesi terhadap angka keberuntungan (salawe/dua puluh lima), praktik klenik, hingga jalan pintas demi kekayaan instan. Dalam film ini, sosok setan tidak semata menjadi peneror, melainkan metafora ambisi manusia terhadap harta.
Sutradara Sahrul Gibran bersama Jay Sukmo menegaskan bahwa film ini menyentil realitas modern.
“Terkadang isi dompet yang kosong jauh lebih horor daripada penampakan di rumah angker.”
Sinopsis: Ambisi Jabatan, Pesugihan, dan Kekacauan Sekampung
Kisah berpusat pada dua jawara kampung, Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel), yang bersaing memperebutkan kursi lurah sekaligus hati janda muda Mince (Nadine Alexandra).
Kemenangan Adang justru berujung kebangkrutan dan retaknya rumah tangga. Sebaliknya, Asep mendadak kaya raya dan bahkan melunasi utang-utang Adang. Rahasia kesuksesan Asep terungkap: bantuan dukun Rojan (Candil) yang membuatnya selalu menang togel.
Namun, kekayaan tersebut datang dengan syarat mengerikan—pembunuhan dan pencurian batu nisan. Kematian Asep memicu kepanikan massal. Warga desa berbondong-bondong mencari pesugihan, mulai dari pocong, tuyul, hingga babi ngepet.
Kekacauan moral dan mental pun meluas, menciptakan teror yang tak lagi sekadar supranatural, melainkan sosial.
Deretan Komika dan Aktor Papan Atas
“Setannya Cuan” diperkuat jajaran aktor dan komika ternama, di antaranya:
- Nadine Alexandra
- Joe P Project
- Fico Fachriza
- Dimas Andrean
- Anyun Cadel
- Candil
- Ben Kasyafani
- Mega Carefansa
- Gabriella Desta
- Mongol Stres
- Aming
- Budi Dalton
Film ini juga menjadi karya penuh kenangan (in memoriam) bagi komika almarhum Babe Cabita.
Apresiasi Ramadan: Hadiah Umroh untuk Penonton Karawang Raya
Sebagai bentuk rasa syukur atas perilisan film yang bertepatan dengan bulan Ramadan, RADEPA BLACK menghadirkan program apresiasi berupa hadiah paket umroh untuk satu pemenang.
Program ini berlaku bagi penonton di wilayah Karawang, Sadang, Cikampek, Cikarang, dan Purwakarta selama periode 5–8 Maret 2026.
Mekanisme partisipasi:
1. Tuliskan nama dan nomor telepon pada sobekan tiket film.
2. Masukkan ke kotak undian di Toko Haji Saridin, Jalan Tuparev No. 87 Karawang Barat.
Pengundian akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di Aula Masjid Al-Ghamar, Interchange Karawang Barat.
Menurut dr. Robby Hilman, program ini merupakan bentuk nazar sekaligus apresiasi kepada masyarakat Karawang dan sekitarnya atas dukungan terhadap perfilman lokal.
Alternatif Segar di Tengah Dominasi Horor Serius
Di tengah tren horor bernuansa gelap dan mencekam, “Setannya Cuan” hadir sebagai alternatif yang memadukan komedi satir, kritik sosial, dan teror ringan. Film ini tidak hanya mengajak penonton tertawa, tetapi juga merefleksikan realitas bahwa obsesi terhadap “cuan” dapat menjadi teror tersendiri dalam kehidupan nyata.
“Setannya Cuan” — Tertawa boleh, serakah jangan.
Pewarta : Deden
Via
Berita Utama
