Berita Utama
0
Lewat KTD, GMNI Karawang Ajak Kader Turun Langsung Membela Kaum Marhaen
Karawang, Taktis.web.id - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Karawang menggelar Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dalam rangka Dies Natalis ke-72 GMNI sekaligus pelantikan kepengurusan baru. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan konsolidasi lanjutan Pra-Konferda DPD GMNI Jawa Barat dan berlangsung di Aula Husni Hamid, Sabtu (25/4/2025).
Ketua DPC GMNI Karawang, Alfani, menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini berfokus pada upaya “menyalakan kembali api Marhaenisme” di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, kader GMNI harus mampu memahami secara utuh konsep Marhaenisme sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata, khususnya dalam upaya membantu kelompok masyarakat marhaen seperti buruh, petani, nelayan, hingga masyarakat miskin perkotaan.
“Marhaen itu luas. Bisa buruh, petani, nelayan, bahkan masyarakat kota yang masih mengalami ketertindasan secara ekonomi dan sosial. Kader GMNI harus hadir dan mengambil peran nyata,” ujar Alfani.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih terjadi, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Mulai dari masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal layak, kesulitan akses pangan, hingga kasus anak sekolah yang tidak mampu membeli perlengkapan pendidikan.
“Permasalahan seperti ini nyata di tengah masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu sempat viral kasus pelajar yang tidak mampu membeli buku dan alat tulis. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” katanya.
Sebagai bagian dari proses kaderisasi, peserta KTD akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut akan menyasar beberapa sektor, di antaranya wilayah pertanian, nelayan, dan buruh.
“Kader akan turun langsung ke lapangan mulai pekan ini. Mereka akan melihat, merasakan, dan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai sektor,” jelasnya.
Hasil dari kegiatan tersebut, lanjut Alfani, akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan publik.
Ia berharap seluruh peserta kaderisasi dapat menyerap materi dengan baik dan menghasilkan output yang konkret serta berdampak bagi masyarakat.
“Kami berharap hasil temuan di lapangan dapat menjadi rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah daerah, sehingga bisa mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat marhaen,” pungkasnya.
Pewarta : Deden
Via
Berita Utama
