Berita Utama
pemerintahan
0
117 Bangunan Liar dan 78 Jembatan di Rengasdengklok Ditertibkan, Pemkab Karawang Pulihkan Fungsi Drainase Cegah Banjir
Karawang, Taktis.web.id - Pemerintah Kabupaten Karawang kembali melanjutkan penataan kawasan melalui penertiban bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran drainase. Setelah sebelumnya dilaksanakan di wilayah Cikampek, kali ini penertiban difokuskan di saluran pembuangan Kali Apoor, Dusun Cikangkung Barat, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, sebanyak 117 unit bangunan liar dan 78 unit jembatan, baik milik pribadi maupun fasilitas umum yang berada di atas saluran drainase, dibongkar dalam kegiatan tersebut.
Penertiban dilakukan di sepanjang Jalan Utama Cikangkung hingga mengarah ke wilayah Kecamatan Jayakerta, Tirtajaya, dan Batujaya. Pelaksanaan kegiatan dipantau langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama jajaran aparat gabungan.
Bupati Aep menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya di kawasan utara Karawang.
Menurutnya, keberadaan bangunan liar dan jembatan yang menutup maupun mempersempit saluran drainase telah menghambat kelancaran aliran air. Akibatnya, saat hujan dengan intensitas tinggi, kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air sehingga memicu genangan hingga banjir di jalan dan permukiman warga.
"Penataan ini bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi mengembalikan fungsi drainase agar air dapat mengalir dengan lancar. Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, bukan hanya penanganan sesaat ketika banjir datang," ujar Bupati Aep.
Selain melakukan normalisasi saluran drainase, Pemerintah Kabupaten Karawang juga memprioritaskan pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Tanjungpura menuju Rengasdengklok.
Jalur tersebut direncanakan dibangun di sisi irigasi dan akan terkoneksi hingga kawasan Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok. Kehadiran jalan alternatif ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Tunggakjati, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi barang dan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah utara Karawang.
Bupati Aep memastikan penataan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mewujudkan Karawang yang lebih tertata, memiliki sistem drainase yang optimal, bebas banjir, serta didukung akses jalan yang semakin memadai.
"Insyaallah, penataan infrastruktur akan terus kami lakukan secara bertahap. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan lancar demi Karawang yang lebih tertata, bebas banjir, dan memiliki akses jalan yang semakin baik," pungkasnya.
(*)
Via
Berita Utama

