Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa 2026 Sukses Digelar di Karawang, Lestarikan Sejarah dan Budaya Sunda
Mengusung nama "Singaperbangsa", kompetisi ini memiliki makna historis yang kuat sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Singaperbangsa, Adipati pertama Kabupaten Karawang. Melalui karya tari, panitia berupaya menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya kepada generasi penerus agar tetap mengenal tokoh yang menjadi bagian penting dari identitas Karawang.
Penggagas kegiatan, Nace Permana, mengatakan bahwa Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan budaya yang bertujuan menjaga warisan sejarah melalui seni.
"Melalui gerak tari, kita merawat ingatan generasi muda terhadap sosok Raden Singaperbangsa. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah yang telah membentuk identitas Kabupaten Karawang hingga saat ini," ujar Nace Permana di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, sebelum tampil di babak grand final, para peserta telah mengikuti proses seleksi selama kurang lebih tiga bulan. Puluhan sanggar tari dari berbagai daerah di Jawa Barat bersaing menampilkan karya terbaik hingga akhirnya terpilih sebagai finalis.
Tidak hanya menggelar kompetisi, Lodaya Puragabaya Indonesia juga terus berinovasi dalam mendukung perkembangan seni tari. Sejak tahun 2019, komunitas tersebut telah melahirkan tiga karya lagu orisinal, yakni Triluguk, Nyi Ronggeng, dan Singaperbangsa.
Menariknya, seluruh lagu tersebut dapat digunakan secara gratis oleh sanggar tari maupun komunitas seni sebagai musik pengiring karya kreatif mereka. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas penyebaran budaya Sunda sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru di berbagai daerah.
Suasana grand final juga diwarnai momen penuh keakraban ketika para seniman memberikan kejutan ulang tahun kepada Nace Permana. Momen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan pegiat seni budaya.
Acara semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sri Rahayu Agustina, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang, serta Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal melalui ruang kreativitas bagi generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Sri Rahayu Agustina menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya daerah.
Menurutnya, kebudayaan merupakan fondasi bangsa yang harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, sehingga nilai-nilai budaya dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Berdasarkan Berita Acara Nomor 03.5/LSM Lodaya, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:
Kategori Anak
Juara I: Sanggar Tari Putri Ayu, Kota Bandung — Hadiah Rp7.500.000
Juara II: Sanggar Tari Puspa Wangi — Hadiah Rp5.000.000
Juara III: Sanggar Tari Ajaeleang — Hadiah Rp3.000.000
Kategori Remaja
Juara I: Sanggar Tari Tri Arta, Bandung
Juara II: Sanggar Tari Saca Anakala
Juara III: Sanggar Tari Graha, Bandung
Harapan I: Sanggar Tari Saung Berem, Karawang
Harapan II: Sanggar Tari Putri Ayu, Kota Bandung
Harapan III: Sanggar Tari Mandala, Bandung
Keberhasilan penyelenggaraan Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat regenerasi seniman tari di Jawa Barat. Melalui kolaborasi antara komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat, semangat melestarikan budaya Sunda diyakini akan terus tumbuh seiring lahirnya generasi muda yang mencintai sejarah, tradisi, dan seni budaya daerahnya.
(Deden)
