Berita Utama
Pendidikan
0
SMPN 8 Karawang Barat Bangun Jalan Masuk Secara Swadaya, Butuhkan 7 Ruang Kelas Baru dan Ruang Guru
Karawang, Taktis.web.id - SMPN 8 Karawang Barat terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Melalui semangat gotong royong, sekolah bersama para orang tua siswa berhasil membangun akses jalan menuju gerbang sekolah menggunakan konstruksi beton bertulang secara swadaya.
Pembangunan jalan tersebut dilakukan sebagai solusi atas kondisi akses masuk sekolah yang kerap becek dan berlumpur saat musim hujan sehingga mengganggu kenyamanan serta keselamatan peserta didik.
Kepala SMPN 8 Karawang Barat, H. Mamay Abdullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembangunan akses jalan merupakan bentuk kepedulian bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa terhadap fasilitas dasar yang mendesak untuk diperbaiki.
"Alhamdulillah, melalui swadaya dan semangat kebersamaan, pembangunan jalan masuk sekolah dapat direalisasikan sehingga siswa kini memiliki akses yang lebih aman dan nyaman menuju lingkungan sekolah," ujarnya.
Meski demikian, Mamay menegaskan bahwa kebutuhan prioritas sekolah saat ini masih jauh lebih besar. SMPN 8 Karawang Barat masih membutuhkan pembangunan 1 ruang guru, 7 ruang kelas baru (RKB), penataan lapangan upacara, serta pemagaran bagian depan dan belakang sekolah.
Menurutnya, jumlah peserta didik yang terus meningkat menuntut tersedianya ruang belajar yang memadai agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
"Untuk pembangunan yang membutuhkan anggaran besar, kami belum mampu apabila hanya mengandalkan swadaya. Saat ini kami sangat membutuhkan ruang guru yang lebih representatif serta tambahan tujuh ruang kelas baru agar daya tampung siswa semakin memadai dan seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik," kata Mamay.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi lapangan upacara sekolah memerlukan penataan secara menyeluruh. Dengan luas mencapai sekitar empat kali ukuran lapangan basket, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di SMPN 8 Karawang Barat. Informasinya, tahun ini sempat ada rencana pembangunan lapangan basket, namun hingga kini belum terealisasi. Mudah-mudahan pada tahun anggaran berikutnya sekolah kami dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan," harapnya.
Konstruksi Jalan Dinilai Sudah Sesuai Standar Teknis
Sementara itu, Aktivis Pembangunan Karawang, Ahmad Muslim, mengapresiasi langkah SMPN 8 Karawang Barat yang membangun akses jalan melalui swadaya masyarakat.
Menurutnya, spesifikasi teknis jalan yang dibangun sudah memenuhi standar konstruksi, yakni menggunakan beton bertulang dengan wiremesh M8, lebar sekitar 4 meter, panjang 20 meter, ketebalan 15 sentimeter, serta mutu beton K-300 dengan estimasi kebutuhan beton sekitar 12 meter kubik.
"Pembangunan ini merupakan langkah positif agar siswa tidak lagi melewati jalan yang becek saat musim hujan. Apabila proses pengerjaan dan perawatan dilakukan sesuai standar, konstruksi beton bertulang dengan mutu K-300 akan memiliki daya tahan yang sangat baik," jelas Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pengecoran dilakukan, tanah dasar harus dipadatkan terlebih dahulu, kemudian disiram air dan dilapisi plastik agar air semen tidak terserap ke dalam tanah. Proses tersebut penting untuk menjaga mutu beton sehingga tidak mudah keropos maupun berlubang.
Selain itu, badan jalan harus diratakan sesuai elevasi dan kemiringan yang direncanakan agar sistem drainase berfungsi dengan baik.
Muslim juga mengingatkan pentingnya proses curing atau perawatan beton setelah pengecoran selesai. Menurutnya, beton sebaiknya tidak langsung menerima beban berat selama sedikitnya tujuh hari dan harus disiram air secara berkala agar proses hidrasi semen berlangsung sempurna sehingga menghasilkan beton yang lebih padat, kuat, serta tidak mudah retak.
Ia menegaskan bahwa pembangunan akses jalan SMPN 8 Karawang Barat tidak menggunakan dana APBD maupun APBN, melainkan sepenuhnya berasal dari swadaya dan keikhlasan para orang tua siswa yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan fasilitas pendidikan.
Dengan selesainya pembangunan jalan masuk tersebut, aktivitas belajar mengajar diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan kondusif. Di sisi lain, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui pembangunan ruang guru, tujuh ruang kelas baru, penataan lapangan upacara, serta pemagaran sekolah guna menunjang peningkatan mutu pendidikan di SMPN 8 Karawang Barat.
Reporter = Deden
Via
Berita Utama

