Berita Utama
pemerintahan
0
Sekda Karawang Tegaskan Transformasi Digital Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Jakarta, Taktis.web.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi dan teknologi. Perubahan tersebut harus diikuti penguatan kepemimpinan, tata kelola, kolaborasi, integrasi data, serta inovasi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Asep Aang saat menjadi narasumber dalam forum General Session – “Smart City Beyond Technology: Leadership, Innovation, and Impact for Better Cities” yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam forum tersebut, Sekda memaparkan pengalaman Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendorong transformasi digital melalui portal layanan pengaduan masyarakat Tanggap Karawang (TANGKAR) yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang.
Menurutnya, perubahan karakteristik dan kebutuhan masyarakat yang berlangsung cepat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi, termasuk dalam mekanisme menerima, mengelola, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Masyarakat berubah sangat cepat, maka cara pemerintah bekerja juga harus berubah. Pengaduan masyarakat bukan sekadar keluhan, melainkan sensor sosial, indikator kualitas pelayanan, early warning system, serta sumber data untuk pengambilan keputusan,” tegas Asep Aang.
Ia menjelaskan, TANGKAR tidak hanya berfungsi sebagai kanal penyampaian pengaduan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membaca kondisi sosial dan mengevaluasi kualitas pelayanan publik.
Sepanjang Januari hingga 19 Juni 2026, tercatat sebanyak 3.214 pengaduan telah diterima melalui TANGKAR. Data tersebut menjadi bagian dari informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Asep Aang menekankan, teknologi pada dasarnya hanya merupakan alat pendukung. Faktor penentu keberhasilan transformasi digital justru terletak pada perubahan pola kepemimpinan dan budaya kerja pemerintahan.
“Transformasi digital bukan sekadar persoalan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana kepemimpinan berubah, tata kelola diperkuat, kolaborasi lintas sektor dibangun, data dan sistem diintegrasikan, serta inovasi terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karawang juga mendorong penguatan Government-to-Government Collaboration bersama Jakarta Smart City. Kolaborasi diarahkan pada pertukaran pengetahuan, penguatan tata kelola, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Asep Aang, kolaborasi antarpemerintah menjadi penting karena transformasi digital tidak dapat berjalan secara parsial. Pengalaman, praktik baik, dan inovasi yang telah dikembangkan suatu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan.
“Pada akhirnya, transformasi digital dikatakan berhasil bukan ketika pemerintah memiliki banyak aplikasi, tetapi ketika mampu merombak cara kerja pemerintahan dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Forum tersebut turut menghadirkan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, S.T., M.MT.; Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., yang hadir secara daring; serta Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, S.STP., MPA.
Menutup pemaparannya, Sekda Karawang menegaskan bahwa orientasi utama transformasi digital pemerintah harus bermuara pada terwujudnya pemerintahan yang lebih responsif, mudah diakses, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, transformasi digital bukan sekadar agenda modernisasi teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. (*)
Via
Berita Utama


